Membuat Custom Module pada NodeJS

nodejs

Hai.. Hahaha.. Barusan nemu hal yang asikk. Di NodeJS itu kan terdapat banyak module module. Biasanya kita install dari npm kan. Nah sekarang bagaimanamembuat module sendiri terus disubmit module ke npm nya. Hoho.. Seru kayaknya. Berikut cuman contoh sih bagaimana create suatu module yang nantinya bisa dipake dan ditaruh juga di npm.

Gw nulis ini juga baca-baca dari blog orang. hehe. nih linknya How to Build a Nodejs Npm Package From Scratch. dan How to write Node.js Modules

Contoh Module Converter :

Buat folder “converter”.

Buat file “converter.js” Masukkan kode di bawah ini:

exports.bin = function(input){
	return input.toString(2);
};

exports.hex = function(input){
	return input.toString(16);
}

Kemudian buat file “package.json” Masukkan kode dibawah ini:

{
	"name": "customConverter",
	"version": "0.0.1",
        "author": {
	    "name": "Boby Rahmawan",
	    "email": "bobs@gmail.com",
	    "url": "masbobsmiling.com"
  	}
}

Tambahkan user pada npm registry

npm adduser

Nah, step terakhir untuk publish module kita ketikkan command berikut.

npm publish

Setelah berhasil dipublish coba install module yang sudah dipublish

npm install masbobs

Jika ingin unpublish module yang kita buat pakai command berikut

npm unpublish masbobs@0.0.1

 

Hehe sekian sharing dari gw yakk… Nanti dilanjut lagi broh.

Salam hangat

masbobsmiling

Mengapa Harus Mengeluh ?

Mengeluh

12 Desember 2013, bentar lagi tahun baru yah.. hehe. Ups.. Bukan itu sih maksudnya. Malam ini mungkin gw dapet suatu pemikiran yang unik. Yaahh malam ini gw bersama rekan-rekan SISFOTIME 2013 berkunjung ke Panti Asuhan Amanah. Di sini dapet banyak cerita, dapet banyak pelajaran yang gw ambil. Ngeliat anak” kecil yang masih sekolah yang pastinya punya mimpi masing” untuk diwujudkan. Temen temen pasti punya kan? hehe. Mimpi mereka pun macam” ada yang ingin jadi ahli di bidang otomotif, ada yang ingin ahli di bidang gambar teknik dan masih banyak lagi. Mereka belum tahu bagaimana nanti ke depannya, yang jelas mereka berusaha untuk semaksimal mungkin dengan apa yang ada sekarang tanpa banyak MENGELUH. How about you?

Mengeluh, mendengar kata mengeluh pasti semua pernah mengalaminya termasuk gw. Mengeluhkan akan masalah yang dihadapi, mengeluhkan akan apa yang dimiliki, mengeluh akan apa yang terjadi. Semua hal yang dikeluhkan ditumpahkan kepada siapa? Yah (mungkin) kepada orang tua, kepada sahabat dekat, atau kepada pacar. Mungkin setelah bercerita kepada orang-orang tersebut beberapa mendapat saran-saran yang dapat menjadi solusi dan beberapa mungkin hanya sebagai pendengar keluh kesah yang setia. Pernah ngga berpikir bahwa sekali kita mengeluh berarti menambah satu beban dalam pikiran kita? Coba kalau setiap hari mengeluh, bisa dibayangkan ada berapa banyak yang muter” di dalam otak ini. Hehe…

Sebenarnya dengan mengeluh apakah apa yang dikeluhkan itu ketemu jawabannya? Gw pribadi jawab ngga. Mengeluh ngga akan menyelesaikan masalah.

“Tempat mengeluh paling baik ya Allah SWT.”

Kata kata itu keluar dari salah satu sahabat terbaik gw dan selalu gw ingat sampai sekarang. Memohon petunjuk-Nya atas problema yang sedang dihadapi.  Tapi bukan semata-mata memohon agar turun suatu solusi untuk menyelesaikan hal tersebut. Lebih ke pemikiran mengapa bisa mengeluh dengan hal seperti ini? mengapa hal ini bisa terjadi? bagaimana menyelesaikan hal tersebut? apa hikmah dibalik hal tersebut? Kalau ngomongin kek gini, jadi kepikiran hukum sebab akibat. Hehe.

Dengan menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi tanpa mengeluh itu memberikan dampak positif kepada diri maupun orang sekitarnya. Karena dengan mengeluh biasanya cenderung tidak bisa berpikir positif untuk mengurai permasalahan hingga dapat menarik kesimpulan. Dan gw pribadi sudah nyobain. hehehe. Kalau dibalikin lagi ya kembali ke kata bersyukur, bersyukur masih diberikan permasalahan kecil maupun besar, bersyukur dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jadi, apapun yang dihadapi di depan maupun belakang #opotoh sebisa mungkin untuk tidak mengeluhkan hal tersebut, diuraikan dulu dari hal yang paling kecil hingga nantinya pasti ketemu kepada inti yang sedang dihadapi, dan dengan begitu secara tidak langsung juga belajar bersyukur. Eh ada tambahan lagi, kalau suka baca”, sebaiknya baca Buku La Tahzan, konten yang dibahas ya mirip” dengan ini. So, mengapa harus mengeluh?

Salam hangat, masbobsmiling